SISTEM PENYALURAN BAHAN BAKAR






Motor bensin yang mengerakkan mobil penumpang, truk, sepeda motor, skuter, dan jenis kendaraan lain dewasa ini merupakan perkembangan  dan perbaikan dari mesin yang semula dikenal sebagai motor otto. Motor tersebut dilengkapi dengan busi dan karburator. Busi menghasilkan loncatan bunga api listrik yang menyalakan campuran bahan bakar dan udara segar, karena itu motor bensin cenderung dinamai Spark Ignition  Engins.
Kaburator adalah tempat pencampuran bahan bakar dengan udara. Pencampuran tersebut terjadi karena bahan bakar terisap masuk atau disemprotkan kedalam arus udara segar yang masuk kedalam karburator.
Campuran udara segar yang terjadi itu sangat mudah terbakar. Campuran tersebut kemudian masuk ke dalam silender yang dinyalakan oleh loncatan bunga api listrik dan busi menjelang akhir langkah komperesi. Pembakaran bahan bakar –udara ini menyebabkan mesin menghasilkan daya. Di dalam siklus otto (ideal) pembakaran tersebut di misalkan sebagai pemasukan panas pda volume konstan.
Sistem bahan bakar pada suatu kendaraan :
  1. Merupakan bagian penting dari sebuah mobil.
  2. Umunya bahan bakarnya cair.
  3. Bahan bakar yang banyak di pakai adalah bensin yang merupakan hasil pemurnian minyak bumi. Bensin mengandung unsur-unsur karbon dan hidrogen, sifatnya mudah menguap dan menyala dengan mudah apabila dibakar.
Di dalam motor bensin selalu kita harapkan bahan bakar dan udara itu sudah bercampur dengan baik sebelum dinyalakan oleh busi. Banyak cara meperoleh campuran yang baik .
Pompa bahan bakar mengalirkan bahan bakar dari tangki bahan bakar ke kaburator untuk memenuhi jumlah bahan bakar yang harus tersedia di dalam karburator. Pompa ini terutama di pakai apabila letak tangki lebih rendah daripada karburator.
Untuk membersihkan bahan bakar dari kotoran yang dapat mengganggu alira dipergunakan saringan. Sebelum masuk kedalam silinder, udara mengalir melalui karburator yang mengatur pemasukan, pencampuran, pengabutan bahan bakar ke dalam arus udara sehingga diperoleh perbandingan campuran yang sesuai dengan keadaan beban dan kecepatan poros engkol.
Penyempurnaan pencampuran bahan bakar – udara tersebut berlangsung, baik di dalam saluran isap maupun didalam silinder sebelum campuran itu terbakar. Campuran itu haruslah homogen serta perbandingannya sama untuk setiap silinder. Campuran yang kaya diperlukan dalam keadaan tanpa beban dan beban penuh, sedangkan campuran yang miskin dalam keadaan operasi normal 

 

2. Sistem Bahan Bakar Motor Bensin

Komponen Sistem bahan bakar motor bensin pada umumnya terdiri dari : Tangki bahan bakar, Saringan bahan bakar, Pipa bahan bakar , Pompa bahan bakar , Saringan uadara, Saluran masuk dan buang , serta karburator.
  1. Tangki Bahan Bakar.
Bagian pertama dari sistem bahan bakar adalah tangki bensin atau tangki bahan bakar yang berfungsi sebagai tempat persediaan bensin , sebagai penampung bahan bakar  dalam jumlah tertentu. . Tangki bahan bakar dilengkapi dengan katup untuk menjaga volume udara diatas bensin. Didalam tengki bahan bakar terdapat sekat sekat yang berfungsi untuk menjamin agar bensin tidak berguncang pada saat mobil berjalan.
Guncangan mesin menyebabkan aliran dapat terganggu .Tangki bahan bakar di tempatkan sedemikian rupa sehinga terhindar dari kemungkinan terjadinya ledakan saat terjadinya kecelakaan  ( safety ).Tangki bahan bakar juga dihubungkan dengan pipa bahan bakar melalui saringan bahan bakar menuju karburator atau injector. Untuk memindahkan bahan bakar dari tangki ke karburator atau injector digunakan pompa.



2.      Saringan Bahan Bakar.
Saringan bahan bakar atau saringan bensin dipasang pada pompa bahan bakar dan tangki bahan bakar. Bensin masuk ke saringan dari tangki . Didalam saringan bensin masuk kedalam elemen saringan dari sisi luar elemen kebagian tengah elemen kotoran yang terbawa bensin seperti pasir dan kerikil halus mengendap dibawah saringan.
Pada umumnya saringan bahan bakar berfungsi sebagai:
a. Untuk membersihkan bahan bakar dari segala kotoran yang ada didalam bahan bakar.
b.Mengurangi kadar air dari bahan bakar. (terutama dalam motor diesel).

3.      Pipa Bahan Bakar.
Pada umumnya pipa bahan bakar berfungsi untuk mengalirkan bahan bakar dari dalam tangki bahan bakar kedalam karburator atau injector. Pipa bahan bakar biasanya terbuat dari pipa baja , kuningan atau dari selang karet. 
4.      Pompa Bahan Bakar.
Bahan bakar dari tangki dialirkan oleh pompa bensin ke karburator.  Jadi pompa bahan bakar berfunsi untuk memompa bahan bakar dari dalam tangki menunju karburator atau kedalam injektor.
Pompa bahan bakar juga memiliki tekanan tertentu sesuai dengan kebutuhan engine. Ada beberapa model (type) pompa bensin yaitu:
  1. Jenis mekanik adalah type pompa yang digerakan secara mekanis dengan nok dan biasanya pompa Flunyer.
  2. Jenis elektrik adalah type pompa yang digerakan secara elektrik dapat berupa pompa flunyer atau pompa rotari.
Tetapi yang paling banyak digunakan adalah  pompa bensin mekanik. Pompa bensin mekanik dipasang pada blok silinder. Pompa mulai bekerja begitu mesin dihidupkan . gerakan pompa berasal dari putaran nok pada mesin tersebut. Bagian terpenting dari pompa ini adalah diafragmanya. Jika diafragmanya rusak pompa tidak dapat bekerja.
5.       Saringan Udara.
Saringan udara termasuk kedalam sistem pengaliran bahan bakar karena pada motor bensin maupun pada motor diesel udara yang bersih sangat diperlukan dalam pembakaran . Khusus pada motor bensin bahan bakar harus dikabutkan terlebih dahulu didalam karborator sebelum masuk kedalam silinder. Saringan udara dipasangkan di bagian sebelum karburator dilihat dari arah aliran udaranya . Dengan demikian udara yang masuk ke dalam kaburator telah bersih dari debu dan kotoran. Udara yang masuk kedalam silinder harus diusahakn sebersih mungkin, abu yang terbawa masuk akan dapat mengotori dinding silider , minyak pelumas. 
Ada beberapa model atau jenis saringan udara yang sering dipakai :
a.      Jenis elemen kertas
Saringan jenis ini disebut juga saringan kering . Dimana elemen ditempatkan didalam saringan udara sedemikian rupa sehingga memungkinkan udara masuk melalui sekeliling elemen dan abu (kotoran) tertinggal disekeliling elemen ini harus dibersihkan secara berkala.
b. Jenis saringan minyak.
Saringan ini juga sering tersebut juga sebagai saringan basah, karena pada saringan model ini terdapat minyak oli di bagian bawah saringannya. Saringan ini menggunakan minyak sebagi pengikat kotoran yang ikut terbawa oleh udara.
6.   Saluran Masuk dan Buang.
Bagian-bagian komponen dari saluran ini adalah sebagai berikut :
a. Saluran masuk.
Saluran masuk dibuat berbentuk pipa bercabang dengan tujuan untuk menyalurkan udara atau campuran bahan bakar kedalam silinder dan biasaya dibuat sejajar dengan salran buang agar penguapan bahan bakar disempurnakan oleh panas yang terpancar dari saluran buang.
Saluran pemasukan menghubungkan karburator dengan ruang silider. Banyaknya saluran pemasukan sesuai dengan jumlah silindernya . Saluran pemasukan dipasang diatas saluran pembuagan agar panas dari saluran pembuangan dapat dimanfaatkan untuk memanaskan saluran pemasukan sehingga membantu penguapan bahan bakar di dalamnya. Sambungan – sambungan pada saluran pemasukan harus rapat sehingga tidak terjadi kebocoran udara, oleh karena itu antara sambungan – sambungan diberi penyekat dari gasket.   

b. Saluran buang.
Saluran buang berfungsi untuk mengumpulkan gas – gas hasil pembakaran dari silinder ke satu tempat melalui pipa gas buang . Dipasang pada setiap lubang pengeluaran gas yang terdapat pada setiap silinder gas buang yang keluar dari silinder masih mempunyai tekanan sekitar 3-5 Kg/ Cm2 dengan suhu sekitar 600 – 800 0C.
Energi panas yang terkandung dalam gas buang kira-kira 35-40% dari gas pembakaran.Jika pada tekanan dan suhu ini gas buang itu langsung dibuang ke udara luar dapat menimbulkan ledakan yang keras akibat expansi yang mendadak. Salah satu bagian dari saluran pengeluaran gas buang tersebut adalah yang dinamakan muffler .
 Muffler berfungsi untuk meredam tekanan gas buang sehingga tidak timbul suara yag keras. Konstruksi muffler bermacam-macam tetapi pada dasarnya gas buang didalam muffler dibelok –belokan untuk menurunkan suhu dan tekanan .Suhu dan tekanan gas buang masih sangat tinggi , jika gas buang langsung disalurkan ke udara luar tanpa diredam terlebih dahulu suara sangat memekakan telinga.

3.  Karburator.
Tenaga motor bensin diperoleh dari pembakaran bahan bakar dan udara didalam silinder. Udara dan bahan bakar dicampur menurut kondisi tertentu didalam karburator. Untuk mendapatkan tenga maksimum sebelum memasuki silinder bahan bakar harus bersifat sangat mudah terbakar.
Banyak jenis karburator yang dapat dipergunakan , masing –masing dengan konstruksi yang sesuai dengan tujuan penggunaannya , sesuai dengan prestasi mesin yang akan mempergunakannya , serta sesuai dengan selera atau keinginan perancangnya.
Pada umumnya sebuah karburator dilengkapi dengan choke yaitu sebuah katup udara yang dipasang diantara saringan udara dan venturi. Katup udara berfungsi membatasi aliran udara masuk kedalam silinder. Jika katup udara ditutup, aliran udara akan berkurang sehingga dapatlah diperoleh perbandingan campuran bahan bakar udara yang lebih kaya.
Hal ini terutama diperlukan pada waktu menghidupkan mesin dalam keadaan dingin. Disamping itu , dalam keadaan tanpa beban dan pada putaran rendah , yaitu pada waktu katup gas ada pada posisi hampir tertutup, besar kemungkinan bahan bakar tidak mengalir melalui kerongkongan nosel(venturi). Maka karburator pelu dilengkapi dengan oriffis tanpa beban dan /atau nosel tanpa beban serta sekrup pengatur.
Dengan sekrup pengatur kita dapat mengatur kecepatan putaran mesin yang sebaik – baiknya pada  keadaan tanpa beban. Karburator mesin kendaraan biasa juga di perlengkapi dengan pompa akselerasi yaitu sebuah alat untuk memasukan sejumlah bahan bakar tambahan (untuk memperoleh campuran bahan bakar yang kaya ) pada waktu katup gas dibuka dengan tiba – tiba, misalnya untuk mempercepat jalanya kendaraan pada waktu hendak menyusul kendaraan lain, dan seterusnya.
Karburator dengan ruang pelampung merupakan salah satu jenis yang sangat sederhana jika dipandang dari segi komponennya yang tidak banyak menggunakan bagian yang bergerak, jadi tidak banyak memerlukan bantalan. Oleh karena itu perawatan mudah dan sangat sederhana.
Namun demikian ada cara lain untuk memasukan bahan bakar ke dalam arus udara itu , misalnya dengan menyemprotkan bahan bakar ( dengan tekanan ) kedalam arus udara seperti yang banyak dipergunakan pada mobil balap, terutama untuk memperoleh daya yang sebesar- besarnya. Karburator semacam ini dinamaka injection carburator.

4. Prinsip Kerja Karburator

Karburator bekerja berdasarkan pada hukum bernaulli yang menyatakan jika suatu fluida dipercepat maka tekanan fluida tersebut akan turun . Untuk mempercepat aliran fluida tersebut maka didalam karburator di buat venturi yaitu bagian yang menyempit .
Pada saat bekerja tekanan udara didalam saluran udara karburator terutama dibagian venturi lebih kecil dari pada tekanan udara didalam ruang penampung. Bensin keluar dari rung pelampung karena adanya perbedaan tekanan tersebut.Untuk lebih jelasnya perinsip kerja karburator tersebut perhatikan gambar berikut.
Kegunaan perlengkapan dalam karburator.
Perlengkapan karburator terdiri dari :
  1. Pengabut.
  2. Klep gas.
  3. Klep uadara.
  4. Klep cuk otomatis.
  5. Ruang pelampung.
  6. Pengapung.
  7. Pemancar utama.
  8. Pemancar percepatan.
  9. Pemancar penghidup.
Kegunaan perlegkapan dalam karburator.
1. Pengabut
Untuk mempercepat gerakan udara yang masuk kedalam karburator sehingga bahan bakar dan udara bercampur dengan baik.
2. Klep Gas
 Untuk mengatur banyaknya bahan bakar gas yang masuk kedalam slide(mengatur putaran motor).
3. Klep Udara
Untuk memudahkan menghidupkan saat motor masih dingin yang sulit di start.
4. Klep Cuk Otomatis
Untuk memberi tambahan udara selama klep cuk tertutup sehingga karburator tidak memberikan tambahan bahan bakar gas yang mengandung campuran pekat.
5. Ruang Pelampung
Untuk persediaan bensin dari karburator.

6. Pengapung
Untuk mengatur tinggi permukaan ( jumlah ) bahan bakar di dalam ruang pengapung yang bekerja sama dengan jarum pelampung.
7. Jarum pengapung
Untuk mengatur jumlah bahan bakar yang masuk kedalam ruang pengapungan.
8. Pemancar Utama
Untuk memancarkan bahan bakar selama motor berputar cepat agar campuran bahan bakar gas menjadi sebanding ( tidak terlalu kurus / terlalu gemuk).
9. Pemancar Percepatan
Untuk memancarkan bahan bakjar pada saat perpindahan putaran motor dari lambat kecepat agar putaran motor menjadi baik.
10. Pemancar Penghidup
Untuk memancarkan bahan bakar selama motor dihidupkan.   
Proses Karburasi :
penguapan
 
fracture
 

      Liquid                                           butiran halus                             Gas.
Cara pengkaburasian :
·         Karburator.
·         Injeksi tak langsung.
·         Injeksi langsung kedalam silinder.

5. Sistem Injeksi Bahan Bakar
Sistem bahan bakar terdiri dari sistem suplai bahan bakar dan sistem penakar bahan bakar. Sistem suplai bahan bakar berfungsi mengalirkan bahan bakar dari tangki ke sistem penakar bahan bakar.
Selanjutnya sistem penakar bahan bakar baik yang menggunakan karburator atau sistem injeksi bahan bakar berfungsi sebagai berikut:
· Penakar jumlah udara dan bahan bakar agar diperoleh campuran udara-bahan bakar yang dapat dibakar dengan cepat dan sempurna di dalam silinder
· Atomisasi dan penyebar bahan bakar di dalam aliran udara
Dalam hal ini dikenal parameter yang disebut dengan Air-Fuel Ratio (AFR) yaitu perbandingan jumlah udara terhadap bahan bakar dalam berat. Nilai perbandingan teoritis untuk proses pembakaran sempurna atau disebut juga dengan AFR stoichiometri untuk motor bensin sekitar 14,7.
Sistem bahan bakar harus mampu menghasilkan perbandingan udara-bahan bakar yang dibutuhkan di silinder sesuai dengan kondisi operasi mesin. Sebagai contoh pada waktu start dingin, dibutuhkan campuran yang kaya bahan bakar. Dalam kondisi mesin masih dingin otomatis bahan bakar yang menguap hanya sebagian sehingga diperlukan extra bahan bakar untuk memperoleh campuran yang siap dibakar di dalam silinder.
Macam – Macam Injeksi Bahan Bakar :
Ø  Injeksi langsung.
Ø  Injeksi pada mulut pemasukan.
Ø  Injeksi pada manifol.
Injection karburator juga dipergunakan pada mesin pesawat terbang, untuk penerbangan akrobatik pesawat terbang tidak dapat menggunakan karburator dengan ruang pelampung. Disamping itu perlu diadakan pencegahan agar uap air didalam udara atmosfer tidak membeku pada venturi atau katup gas, sebagai akibat menguapnya bahan bakar didalam daerah tersebut. Pembentukan es pada venturi akan menghambat atau menghalangi masuknya udara sehingga sangat membahyakan .
Sudah barang tentu injection karburator jauh lebih mahal dari pada karburator yang lajim. Pemasukan bahan bakar dapat dilakukan di beberapa tempat sesudah   (dekat) katup gas, dekat pada katup isap, tetapi juga dapat disemprotkan kedalam silinder seperti dalam motor diesel .
Karburator pada umumnya dibuat dari bahan alumunium die cast, bentuknya kecil tetapi mempunyai mekanisme yang rumit, yamg teliti, serta presisi. Kebanyakan orang berpendapat bahwa karburator adalah untuk membuat uap bensin, padahal bensin menguap dalam silinder. Jadi karburator adalah alat untuk mencampur bahan bakar dengan udara dengan perbandingan tertentu secara otomatis.
Pengaturan secara otomatis perlu dilakukan karena pada perubahan kecepatan motor, perbandingan campuran yang dibutuhkan juga berubah sesuai dengan kebutuhan atau dengan kata lain perbandingan itu disesuaikan dengan keadaan perjalanan sepeda motor, yang selalu berubah menurut keadaan lalu lintas dan sebagainya. Bahan bakar dan udara dicampur dalam bentuk kabut, sehingga bensin dan zat asam dalam udara bisa mengontak dengan baik.
Pada umumnya fungsi karburator adalah :
  1. Mengatur perbandingan udar dan bahan bakar.
  2. Mengubah campuran bahan bakar dan udara menjadi kabut.
  3. Menambah atau mengurangi campuran tersebut sesuai dengan kecepatan dan beban motor yang berubah-ubah.
Jenis karburator pada sepeda motor ada dua macam yaitu VM type dan CV type. Perbedaan dari kedua type terletk pada cara kerja dari throttle valve. Jenis VM type adalah throttle grip yang dipasang pada batang kemudi sebelah kanan, di hubungkan melalui kawat baja (wire).
Kalau pada CV type kontruksinya hampir sama, yaitu menggunakan wire sebagai penarik throttle valve, waktu throttle grip digerakan diwaktu membuka throttle valve, setelah throttle valve terbuka, terjadi tekanan pada bawah throttle piston berubah akibat nya throttle piston bergerak otomatis dengan mengikuti perubahan tekanan . Type CV adalah singkatan dari constan  Vacum dan VW adalah singkatan dari Vertical dan PT MIKUNI.
Dewasa ini sudah banyak kendaraan yang menggunakan sistem injeksi bahan bakar sebagai pengganti karburator dengan pertimbangan sebagai berikut:
· Karburator tidak mampu mengalirkan campuran udara-bahan bakar dengan harga perbandingan yang sama untuk setiap silinder.
· Uap bahan bakar yang lebih berat daripada udara , akan mengalami kesulitan ketika mengalir melalui belokan dan sudut-sudut tajam dari saluran isap (intake manifold)
· Dengan sistem injeksi, bahan bakar dapat dikabutkan langsung ke dalam saluran isap, dekat dengan katup isap
· Lebih presisi dalam mengatur jumlah bahan bakar yang dikabutkan sebagai fungsi dari kondisi operasi mesin yang dideteksi oleh berbagai sensor
Ada dua jenis sistem injeksi bahan bakar untuk motor bensin berdasarkan posisi injektornya, yaitu:
1. Multipoint fuel-injection atau Port fuel injection (PFI), dimana injektor terletak di atas lubang isap (intake port) pada setiap silinder.
2. Single-point fuel-injection atau disebut juga Throttle-body fuel injection (TBI), dimana injektor dipasang sebelum saluran isap yaitu di atas katup throttle.
Kelebihan PFI dibandingkan dengan TBI adalah distribusi campuran udara-bahan bakar yang lebih seragam untuk masing-masing silinder, respon terhadap perubahan posisi throttle lebih cepat, dan lebih akurat dalam mengatur jumlah bahan bakar yang diinjeksikan sesuai dengan kondisi operasi.
 Dengan demikian prestasi mesin menjadi lebih baik, emisi berkurang, dan pemakaian bahan bakar lebih irit. Sebaliknya TBI hanya memerlukan lebih sedikit injektor dan sistemnya lebih sederhana. Dalam sistem ini, distribusi campuran udara-bahan bakar sangat dipengaruhi oleh desain saluran isap.
Selain itu berdasarkan metoda penyaluran bahan bakar, dikenal juga sistem sebagai berikut:
· Injeksi kontinu atau Continuous Injection System (CIS), dimana bahan bakar diinjeksikan secara kontinu dengan laju aliran massa yang terkontrol.
· Injeksi tak kontinu, dimana bahan bakar diinjeksikan selama selang waktu tertentu pada saat diperlukan.
Pada umumnya sistem injeksi bahan bakar dikontrol secara elektronik atau yang kita kenal dengan Electronic Fuel Injection (EFI). Sistem ini dikontrol oleh Electronic Control Module (ECM) atau disebut juga Electronic Control Unit (ECU), yaitu berupa chips yang terdiri dari microprosessor dan memory yang dipasang ogon boardoh pada mobil. ECU ini menerima input berupa sinyal-sinyal elektronik dari semua sensor dan memprosesnya untuk menentukan jumlah bahan bakar yang diperlukan dengan mengatur bukaan katup pada injektor. Tujuan penggunaan dan pengembangan EFI sampai saat ini adalah untuk memperbaiki prestasi motor bakar dan mengurangi emisi gas buang.

6.  Sistem Injeksi Bahan Bakar Elektronik (Electronic Fuel Injection System)

Sejak Robert Bosch berhasil membuat pompa injeksi pada motor diesel putaran tinggi (1922-1927), maka dimulailah percobaan-percobaan untuk menerapkan pompa injeksi tersebut pada motor bensin. Pada mulanya pompa injeksi motor bensin dicoba, bensin langsung disemprotkan ke ruang bakar seperti motor diesel, namun timbul kesulitan saat motor dihidupkan pada kondisi dingin karena bensin sukar menguap pada suhu rendah dan akibatnya bensin akan mengalir keruang poros engkol dan bercampur dengan oli. Untuk mengatasi hal ini, maka penyemprotan bensin dilakukan pada saluran isap (intake manifold), hal ini pun bukan tidak bermasalah karena elemen pompa harus diberi pelumasan sendiri mengingat bensin tidak dapat melumasi elemen pompa seperti solar. Para ahli konstruksi terus berusaha merancang suatu sistem injeksi yang berbeda dari sistem-sistem terdahulu (tanpa memakai pompa injeksi seperti motor diesel).
Pada mesin bensin konvensional suplai bahan bakar didapatkan dari hasil karburasi melalui karburator. Untuk mendapatkan tenaga yang optimum, komposisi campuran (perbandingan berat) antara udara dan bensin harus berkisar antara 14,7 : 1, dan ini harus diperoleh pada setiap kondisi kerja mesin yang selalu berubah, namun pada kenyataannya hal ini sulit sekali dicapai karburator, karena pada karburator percampuran bensin dan udara sangat bergantung pada ukuran lubang-lubang spuyer karburator. Keberhasilan sistem injeksi tak terlepas dari ketepatannya mencampur bensin yang disalurkan ke mesin sesuai dengan putaran dan bebannya. Karena bensin disemprotkan langsung kesaluran isap (intake manifold) melalui injektor, maka ketepatan campuran dapat dicapai, sehingga polusi gas buang dapat ditekan dan mesin pun dapat bekerja lebih efisien. Secara garis besar kerja sistem injeksi dapat dibedakan menjadi : 1) Sistem injeksi secara kontinyu dan mekanis, yaitu sistem K-Jetronic, 2) Sistem injeksi secara kontinyu dan elektronis, yaitu sistem KE-Jetronic, dan 3) Sistem injeksi secara terputus-putus (periodik) dan elektronis, yaitu sistem L, L3, LH-Jetronic, (EFI Toyota) dan Motronic.
Injeksi tak langsung
Bahan bakar diinjeksikan secara kontinyu ke setiap nozzle. Untuk pengaturan campuran bahan bakar ada flow meter ( pengukur debit udara yang mengirim sinyal ke meter bahan bakar).
Karakteristik.
ü  Tekanan injeksi rendah.
ü  Qmc                    Debit diberikan pada tekanan 40 bar.
ü  Injektor analog dengan saluran yang menginjeksikan bensin pada aliran udara.
ü  Injeksi dilakukan saat katup isap tertutup dan terbuka.
ü  Qma diukur klep terkalibrasi.
Kerugian :
Ø  Harga relatif mahal tetapi mobil berkualitas tinggi.
Sistem Injeksi secara Terputus-putus (periodik) dan Elektronis, yaitu sistem L,